Assalammu'alaikum ...
Melanjutkan pembahasan kita yang sebelumnya tentang "BEKAM" kali ini "HERBAL BENGKEL SEHAT" akan membahas mengenai "FAKTA ILMIAH DALAM BEKAM" walau untuk saya sendiri tanpa penelitian ilmiah pun saya sudah yakin se yakin - yakin nya jika bekam itu pasti mempunyai manfaat dan khasiat yang luaaaarrrr biasa untuk tubuh kita.
Mengapa Saya sebegitu yakin ???
Yaa Jelas dong kan yang mengajurkan bekam suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW. Apapun yang diperintahkan oleh Allah SWT dan yang di anjurkan oleh Nabi Muhammad SAW sudah pasti yang terbaik untuk umat dan kaum nya, tinggal bagaimana kita mau melaksanakannya atau tidak ??
Masih ndak percaya jika bekam itu sangat bermanfaat untuk tubuh kita, yuukk kita baca dulu hasil penelitian berikut ini. Mudah - mudahan setelah membaca fakta ilmiah dari bekam ini Anda jadi percaya dan jika Anda mau mencobanya mudah - mudahan Anda akan semakin percaya.
PENELITIAN BEKAM DI SYIRIA
Sebuah tim medis di Syiria telah
mengadakan penelitian terhadap 300 penyakit yang berhasil diobati dengan
bekam, dengan menjelaskan kondisi yang terjadi padan setiap kasus.
Hasil studi tersebut menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :
- Dalam kasus tekanan darah tinggi, tensi darah turun hingga ambang normal.
- Dalam tekanan darah rendah, tensi darah naik hingga ambang normal.
- Terjadi penurunan ESR (erytrocyt sendimentation rate) hingga ambang normal.
- Sinyal gelombang listrik jantung (ECG : electrocardiogram) menjadi proporsional. Dalam banyak kasus keadaan pasien membaik dan kembali normal.
- Jumlah sel darah merah proporsional.
- Penurunan kadar hemoglobin hingga ambang normal dalam setiap kasus kelebihan kadar hemoglobin.
- Kenaikan kadar hemoglobin hingga batas normal dalam kasus anemia, menunjukkan terjadinya pembentukkan sel-sel darah merah yang baru dan sehat.
- Kenaikan sel darah putih dalam 60% kasus hingga batas normal
- Kenaikan jumlah sel darah putih dalam 71% kasus penyakit paru-paru
- Kenaikan jumlah trombosit dalam 50,6 kasus
- Kenaikan jumlah trombosit hingga batas normal dalam 100% kasus kekurangan kadar trombosit.
- Penurunan jumlah trombosit darah hingga ambang normal dalam 50% kasus kelebihan trombosit
- Kenaikan neutrophil hingga batas normal dalam 100 % kasus penyakit paru.
- Kenaikan jumlah neutrophil hingga batas normal 83,3% kasus penyakit asma.
- Penurunan jumlah neutrophil dalam kasus kelebihan kadar neutrophil hingga batas normal.
- Penurunan jumlah neutrophil dalam 86,9 % kasus serangan jantung hingga mencapai batas normal.
- Penurunan kadar gula dalam 83,75 % kasus. Dalam kasus-kasus lain kadar gula tetap dalam batas norma.
- Penurunan kadar gula dalam darah pada 92,5 % kasus penderita diabetes.
- Penurunan kadar kreatinin darah dalam 66,66% kasus.
- Kenaikan kadar kreatinin dalam darah bekam pada seluruh kasus.
- Kenaikan kadar kreatinin dalam darah bekam pada seluruh kasus.
- Penurunan kadar kreatinin darah dalam 78,75% kasus penderita yang mengalami kelebihan kadar kreatinin.
- Penurunan kadar asam urat dalam darah pada 66,66% kasus.
- Penurunan kada asam urat dalam darah pada 73,68 % kasus penderita kelebihan asam urat.
- Penurunan kadar urea darah dalam 50,6% kasus.
- Penurunan kadar urea darah dalam 80% kasus penderita kelebihan urea.
- Penurunan enzim SGOP atau AST dalam 80 % kasus kelebihan kadar enzim ini. Hal ini menunjukkan peningkatan kerja hati.
- Penurunan enzim SGTP atau ALT pada 80 % kasus kelebihan kadar enzim ini.
- Penurunan kadar alkalin phosphatase pada 62,85% kasus penderita kelebihan. Hal ini juga menunjukkan peningkatan kerja hati.
- Penurunan kadar enzim amilase darah dalam 54,9% kasus.
- Penurunan kadar albumin darah pada 100% kasus penderita kelebihan, sehingga kembali dalam batas normal.
- Penurunan kadar kolesterol darah dalam 81,9% kasus.
- Penurunan kadar kolesterol darah pada 83,6% kasus penderita kelebihan kolesterol.
- Penurunan kadar lemak trigliserid pada 75,5% kasus penderita kelebihan.
- Mineral sodium (Na) dan potasium (K) kembali ke batas normal dalam 90% kasus.
- Mineral Kalsium (Ca) kembali pada kadar normal dalam 90% kasus.
- Kadar enzim (Cpk) yang muncul pada kasus angina pektoris pada penderita kelebihan, turun dalam 66,66% kasus.
- Sel darah merah dalam darh bekam yang diambil dari titik kahil berbentuk abnormal.
- Jumlah sel darah putih dalam darah bekam kurang dari 10% jumlah sel darah putih yang terdapat dalam darah vena. Ini menunjukkan bahwa imunitas tubuh tidak berkurang karena bekam.
- Total iron binding capacity (TIBC) dalam darah bekam sangat tinggi, berkisar antara 422 – 1057, padahal dalam darah vena hanya berkisar antara 250 – 500. ini menunjukkan adanya mekanisme yang mencegah keluarnya zat besi dari torehan – torehan luka bekam dan menjaganya agar tetap ada dalam tubuh agar berpartisipasi dalam pembentukkan sel baru,. Kadang -kadang, hal ini disertai meningkatnya aktivitas penyerapan zat besi darin usus.
- Kadar zat besi meningkat dalam batas – batas normal dalam 66% kasus.
- Kadar enzim Cpk menjadi proporsional dalam 92,4% kasus.
- kadar LDL menjadi normal 93,75% kasus.
Berikut ini adalah video tentang fakta ilmiah bekam dari hasil penelitian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar